News

Kenali Dampak Blue Light Smartphone Terhadap Kerja Otak

Untuk kamu pengguna smartphone pasti tidak asing dengan blue light smartphone. Berdasarkan penelitian mengungkapkan jika cahaya biru dari perangkat elektronik sebenarnya dapat berdampak pada pola tidur seseorang. Tentu saja hal ini efeknya erat kaitannya dengan beberapa bagian dari tubuh, seperti otak dan mata misalnya.

Kenali Dampak Blue Light Smartphone Terhadap Kerja Otak

Beberapa bukti juga menunjukkan jika cahaya biru ini mempengaruhi beberapa bagian dalam tubuh. Menurut beberapa ahli juga mengatakan jika adanya cahaya tersebut tidak memberikan kesan berbahaya untuk badan. Bahkan bisa jadi memberikan hal baik untuk pola tidur, apabila kamu menggunakannya secara tepat.

Salah satu fitur yang ada pada gadget ini memang membuktikan jika adanya blue light berpengaruh pada produktivitas melatonin didalam otak. Jika kamu tidak tahu, melatonin sendiri ialah hormon dimana dapat membantu seseorang untuk mengatur kemampuan tubuh ketika tidur. Sehingga badan bisa diatur untuk istirahat.

Sedangkan enzim melatonin sendiri bukan mengakibatkan kamu dapat tidur. Justru hal itu sebaliknya, dimana otak akan diberi tahu jika mulai mengantuk. Awal mula dibuat fitur ini ialah untuk membuat seseorang bisa tidur selepas penerbangan yang lama dan bukan cara agar dapat segera terlelap.

Tidak Memberikan Banyak Efek Buruk

Banyak penelitian yang mengungkapkan apabila blue light smartphone ini akan berpengaruh langsung terhadap melatonin. Cara kerjanya ialah dengan menekan melatonin. Hal ini memberitahukan ke otak jika sudah waktunya bangun. Hal inilah salah satu alasan mengapa mencoba tidur dalam gelap dan menghilangkan semua cahaya sangat penting.

Selain itu, adanya cahaya biru ini juga dapat berpengaruh pada beberapa protein dalam mata seperti sel melanopsin. Dimana melanopsin inilah yang memberikan sinyak ke otak untuk memproduksi melatonin. Berdasarkan study yang menemukan apabila melihat warna cahaya di malam hari tidak begitu penting sesuai pemikiran umumnya.

BACA:   Mengenal Perbandingan Android Vs IOS yang Berkembang Pesat

Hal ini sendiri juga mengatakan apabila blue light smartphone bisa jadi hal yang cukup baik untuk pola tidur seseorang. Protein melanopsin pada mata sendiri juga dapat mengambil banyak cahaya dengan gelombang yang rendah. Tidak seperti cahaya lainnya. Sebenarnya chaya biru sendiri efeknya lemah terhadap melanopsin.

Berbeda dengan cahaya kuning dimana keduanya juga sama cerahnya. Hal dasar yang menjadi permasalahannya sendiri ialah cerahnya cahaya yang dihasilkan. Apabila kamu ingin segera tidur ketika malam kemudian bangun awal, maka gunakan cahaya yang redup pada malam hari. Kemudian juga pakai cahaya terang saat siang.

Meningkatkan Kemampuan Fokus Sehingga Tidak Mudah Mengantuk

Kesadaran serta fokus dapat dibantu dengan adanya blue light. Hal ini berguna apabila kamu memakainya pada saat siang. Study yang sudah dibuat juga membuktikan apabila cahaya biru jika dipakai pada pagi, bisa membuat seseorang jadi lebih fokus dan tidak mudah ngantuk.

Hal tersebut juga membuat kognitifnya bekerja lebih baik. Dimana juga berhubungan pada tubuh bagian dalam. Cerahnya cahaya bisa membuat kewaspadaan disesuaikan oleh otak. Blue light pada saat pagi sebenarnya juga bermanfaat untuk memperbaiki otak. Apalagi jika mengalami cidera atau trauma ringan.

Untuk cara mengurangi dampaknya sendiri, ialah meminimalkan pemakaian ponsel dimalam hari terutama diruangan gelap. Kamu juga dapat menurunkan pencahayaan ponsel atau dengan pasang mode malam yang ada. Jika terlalu sering bermain gadget, maka pastikan melakukan pemeriksaan mata secara rutin sekitar 6 bulan sekali.

Sebab tidak semua gejala ada penyebab yang nampak. Namun tetap saja, sebelum tidur akan jauh lebih baik jika kamu menghindari cahaya biru pada ponsel terutama. Sebaiknya hindari memakai ponsel sebelum tidur agar tidak terkena dampak dari blue light smartphone dimana membuat orang jadi terjaga.

BACA:   Apa itu APN? Cara Kerja dan Fungsinya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top