Panduan

Cara Menentukan Arah Kiblat Lengkap

Shalat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang sudah ditentukan waktu dan tata cara pelaksanaannya (syarat dan rukunnya). Diantara beberapa syarat syahnya Shalat, salah satu nya adalah menghadap ke arah kiblat (ka’bah) ketika melaksanakannya. Seseorang yang melaksanakan shalat dengan tidak menghadap ke kiblat dan tidak ada alasan hukum yang membenarkan maka shalatnya tidak sah karena salah satu syarat sahnya shalat itu tidak terpenuhi.

cara menentukan arah kiblat

Perintah Menghadap Kiblat dan Hukumnya

Dalam nash baik Al Qur’an ataupun Hadits terdapat beberapa ayat dan hadits yang menegaskan tentang perintah menghadap ke arah kiblat, diantaranya:

QS. Al Baqarah: 144

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan  memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka  kerjakan. (QS. Al Baqarah: 144)

QS. Al Baqarah: 149

Dan dari mana saja kamu ke luar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.  (QS. Al Baqarah: 149)

QS. Al Baqarah: 150

Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang lalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah: 150)

BACA:   Cara Flash Oppo Joy R1001 Untuk Pemula

HR. Bukhari

Bercerita Muslim, bercerita Hisyam, bercerita Yahya bin Abi Katsir dari Muhammad bin Abdurrahman dari Jabir berkata: Ketika Rasulullah SAW salat di atas kendaraan (tunggangannya) beliau menghadap ke arah sekehendak tunggangannya, dan ketika beliau hendak melakukan salat fardhu beliau turun kemudian menghadap kiblat.” (HR. Bukhari)

Cara Penentuan Arah Kiblat

Menghadap ke ka’bah ketika melaksanakan shalat tentu bukan merupakan sesuatu yang sulit bagi umat Islam yang berada di tempat yang berdekatan dengan ka’bah. Tetapi bagi umat islam yang berada ditempat yang jauh dari ka’bah seperti Indonesia tentu menjadi hal lain yang sulit dan  menimbulkan persoalan.

Pada awalnya umat Islam di Indonesia hanya berpedoman bahwa ka’bah terletak di Arab Saudi yang arahnya adalah kearah Barat dari Indonesia. Oleh karenanya ketika melaksnakan shalat atau mendirikan masjid cukup hanya dengan mengarahkan kiblatnya ke arah Barat, yaitu tempat matahari terbenam.

Berdasarkan hal tersebut tidaklah heran banyak ditemukan masjid yang kiblatnya persis ke arah Barat atau agak miring ke Selatan dan sedikit lebih baik agak miring ke Utara, hal ini terjadi karena matahari yang jadi patokan selalu berubah dalam perjalanan tahunannya.

Seiring perkembangan jaman dan teknologi terdapat beberapa cara untuk menentukan arah kiblat.

1. Penentuan Arah Secara Astronomis

Matahari adalah pusat tata surya pada galaksi Bima Sakti, oleh karenanya matahari dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam menentukan arah.

Untuk dapat mempelajari dan menentukan arah kiblat secara lengkap dan akurat menggunakan ilmu astronomis, silahkan unduh pada tautan ini Fikih Menghadap Kiblat

2. Menggunakan Google Maps

peta arah kiblat

Cara menentukan arah kiblat selanjutnya adalah dengan menggunakan Google Maps.  Teknologi ini memanfaatkan berbagai informasi yang diperoleh dari satelit serta menggunakan sistem Global Positioning System (GPS) untuk dapat mengetahui lokasi yang akurat.

BACA:   Qibla Finder Pro : Aplikasi Penentu Arah Kiblat

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk dapat mengetahui arah kiblat dengan menggunakan aplikasi Google Maps.

  1. Buka Google Maps pada browser;
  2. Ubah tampilan peta Google Maps ke mode Satelit, klik kotak Satelit pada pojok kiri bawah.
  3. Ketikkan “Kakbah, Mekah Arab Saudi” tanpa tanda kutip  (atau bahasa Inggris: Kabaa, Mecca Saudi Arabia) pada kotak Telusuri yang ada di menu Google Maps. Kemudian, enter atau oke.
  4. Selanjutnya pusatkan titik tepat di atas Kakbah. Kemudian, klik kanan dan pilih ukur jarak (measure distance).
  5. Cari posisi atau lokasi yang akan diketahui arah kiblatnya dengan menuliskan pada kolom lokasi.
    Setelah itu, klik pada lokasi yang akan dicari arah kiblatnya klik kanan lalu pilih “Distance here”. Google Maps akan memunculkan garis yang menunjukkan arah kiblat.

3. Aplikasi Arah Kiblat

Untuk pengguna smartphone, penentuan arah kiblat dapat dibantu menggunakan aplikasi arah kiblat. Aplikasi ini tak hanya membantu pengguna mencari kiblat yang langsung dengan melacak lokasi ka’bah, namun juga kamu bisa menemukan kalender Islam yang akurat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top