Gadget

Apa itu Metaverse dan Pengaruhnya Terhadap Marketing Channel

Kali ini bacaberitanya.com akan membahas tentang Apa itu Metaverse? dan Kenapa Metaverse akan menjadi next marketing channel selanjutnya?

metaverse

Photo by cottonbro from Pexels

Seperti yang kita tahu bersama bahwa Facebook baru saja berganti nama menjadi Meta yang diambil dari Project Metaverse yang sudah disiapkan Facebook sejak beberapa tahun yang lalu.

Sama halnya dengan Google yang mengubah nama merk Company nya menjadi Alphabet, hal ini dilakukan juga oleh Facebook yang menjadi Meta. Facebook akan tetap ada yang berganti nama hanya merk company saja.

Jadi Facebook sebagai platform sosial media masih tetap tidak berganti nama sedangkan Instagram, WhatsApp ke depannya nanti berada dibawah pengelolaan Meta.

Apa itu Metaverse?

Metaverse adalah tempat dunia fisik dan digital bersatu. Ini adalah ruang di mana representasi digital orang-avatar berinteraksi di tempat kerja dan bermain, bertemu di kantor mereka, pergi ke konser, bahkan mencoba pakaian.

Baca juga:   Bagaimana cara mengaktifkan & menggunakan Kids Mode di Microsoft Edge Chromium?

Seberapa Besar Pengaruh Metaverse Terhadap Marketing Channel?

Sebelum pada topik pembahasan,  kita akan tarik mundur beberapa tahun yang lalu. Facebook menjadi ekosistem dan mampu menjadi full panel marketing channel untuk memperkenalkan brand Anda atau membuat orang lain mempertimbangkan hingga akhirnya membeli produk atau jasa yang Anda jual.

apa itu metaverse

Namun baru-baru ini Facebook harus beradaptasi terkait tentang kebijakan data sharing, hal ini disebabkan karena ada banyak isu negatif yang muncul serta batasan-batasan baru tentang privacy terkait tentang data secara online. Atas semua perubahan yang tersebut menjadi efek domino dan berdampak langsung terhadap efektivitas advertising platformnya, terutama tentang pixel facebook.

Pixel adalah sebuah kode yang di-install di halaman website yang berfungsi sebagai alat tracking atau mengirim sinyal terhadap aktivitas yang terjadi hingga mampu mengetahui berapa banyak orang yang berkunjung atau seberapa banyak orang yang membeli produk Anda.  Aktivitas tersebut sederhananya kita sebut sebagai third-party data

Baca juga:   Cara Download Video di Facebook Tanpa Aplikasi

Sejak April 2021 efektivitas sinyal yang dikirim dari metode third-party data akan terus menurun, karena nantinya akan ada banyak update terkait tentang data privacy. Dari mulai update Apple iOS 14.5 hingga nantinya akan ada penonaktifan cookies pada browser-browser secara vertahap hingga sampai tahun 2023.

Oleh sebab itu Facebook akan fokus pada first-party data, yaitu tentang ekosistem yang mereka miliki  mulai dari peningkatan fitur-fitur Facebook dan Instagram shop , WhatsApp katalog, Chatbot dan kedepannya mungkin masih banyak lagi produk-produk yang saling melengkapi sehingga memungkinkan orang bisa melakukan transaksi jual beli langsung pada platform Meta.

Beberapa tahun kedepan kita akan setahap demi setahap akan masuk ke era Metaverse sebagai  realitas digital baru akan diakses melalui virtual reality.

Baca juga:   Cara Transfer Kuota Internet Telkomsel

Lalu mengapa kita harus mengenal metaverse? Salah satu alasannya adalah untuk mengenal lebih dalam tentang dunia virtual masa depan yang besar kemungkinan akan tercipta dalam waktu dekat. Oleh karena perkembangan teknologi tersebut, semua pihak  berlomba-lomba untuk melakukan sesuatu secara digital.

Jika dipandang dari sudut ekonomi, hal ini sangat penting karena virtual reality akan dapat meminimalkan biaya operasional dan untuk menjangkau konsumen dengan lebih efektif dan efisien.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top